Tampilkan postingan dengan label Ilmu Sosial Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Sosial Dasar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Desember 2011

Konflik yang Tidak Disertai Kekerasan

   Suatu konflik adalah suatu pertentangan yang ada dalam suatu individu ataupun berhubungan dengan masyarakat lainnya. Konflik ini biasanya mengganggu kehidupan bermasyarakat baik dirinya sendiri, antar temannya, maupun lingkungan secara lebih luas atau global. Konflik ada yang bersenjata dan ada juga yang tidak menggunakan senjata, bahkan tanpa menggunakan satupun kekerasan fisik sama sekali. Konflik bersenjata serig mengancam integritas dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, seperti kasus di Mesuji, Lampung atau kekisruhan perbatasan antara Malaysia dengan Indonesia. Lain daripada itu, konflik yang tidak bersenjata memang tidak terlalu berpengaruh terhadap integritas negara, tetapi akan berpengaruh terhadap sikap dan perilaku individu tersebut dalam beradaptasi dalam lingkungannya. Rasa shock dan trauma bisa saja terjadi pada individu yang tidak siap menghadapi konflik tersebut.

Kamis, 24 November 2011

Barang Bekas, Remeh tapi Berdampak Besar

   Kemiskinan, ini adalah istilah yang seringkali terdengar dalam kehidupan sehar-hari kita, khususnya daerah perkotaan yang mengklaim bahwa kota adalah tempat terbaik bagi mereka. Padahal, fakta sering membuktikan sebaliknya. Pemulung, pengamen, dan pengemis adalah salah satu dari beberapa contoh betapa penampilan seringkali menipu. Kisah yang akan Anda segera tonton ini akan memberikan bukti sahihnya di mana kemiskinan cukup menghambat bagi orang-orang yang mengalaminya. Yang membedakan antara cerita ini dengan kisah-kisah standar yang sering muncul di program berita adalah penyampaiannya yang bersifat kocak, namun memberi suatu pesan berarti bagi siapapun yang menonton video ini. Hal ini dikarenakan film pendek ini mengandung pesan bawa usaha akan memberikan berkah di suatu saat nanti.

Tari Serimpi yang Terpinggirkan

   Tari Serimpi adalah salah satu dari contoh betapa beragamnya kebudayaan Indonesia dalam segala bidang, dalam hal ini dalam bidang tarian. Tarian ini bersal dari daerah Yogyakarta. Tarian ini seringkali diiringi dengan gamelan khas Jawa yang konon katanya diselipi kisah-kisah misteri yang menyelimuti tarian ini. Tarian ini pada umumnya dibawakan oleh empat orang penari. Biasanya kedua penari itu menari bersama dengan gerakan yang cukup perlahan, namun gemulai yang menjadikannya sebagai ciri khas dari tarian ini.

Selasa, 22 November 2011

Ketika Aktualisasi Diri Menyimpang

   Siapa bilang selamanya aktualisasi diri selalu berdampak positif bagi diri sendiri, apalagi dengan orang lain? Banyak contoh yang justru menunjukkan fakta yang berlawanan sama sekali. Ada sekelompok oknum manusia yang mengiira bahwa perilaku yang telah dia lakukan sudah mewakili aktualisasi yang benar, padahal apa yang dia lakukan justru berlawanan dengan hal yang seharusnya. Dalam hal ini, saya mengambil kasus bahwa banyak orang mengira semua teman adalah teman yang baik. Faktanya, tidak semua teman dapat dikatakan baik. Walaupun mereka adalah teman terdekat kita sendiri, tetapi tanpa pernah kita sadari manusia pun bisa "bermuka dua".

Selasa, 15 November 2011

Fungsi Keluarga Dominan dalam Kehidupan Saya

   Dalam suatu keluarga, tentunya terdapat berbagai fungsi yang berbeda-beda bergantung pada individu masing-masing yang bersangkutan. Dalam keluarga saya pada konteks ini, saya merasa fungsi pemeliharaanlah yang paling dominan yang berperan begitu besar dalam hidup saya. Maksud dari fungsi ini adalah saya merasa telah dipelihara dengan baik oleh keluarga selama hidup ini dimulai dari masa kecil hingga dewasa seperti sekarang. semenjak saya lahir di dunia, saya dirawat dengan penuh kasih sayang secara intensif seperti menyayangi orang tuanya sendiri. Sesaat setelah lahir, saya langsung diberi kehangatan tubuh ibu yang dilanjutkan dengan handk yang disediakan oleh rumah sakit. Tetapi, rasanya beda sekali dibandingkan ketika berada di pelukan ibu. Oleh karena itu, fungsi pemeliharaan sudah dirasakan oleh saya sejak baru menatap dunia.

Senin, 24 Oktober 2011

Musik sebagai Ajang Aktualisasi Diri

   Saya adalah Jimmy Halim dan dilahirkan di kota Jakarta, tepatnya di Rumah Sakit Hermina, pada tanggal 2 November 1992. Pada tanggal itulah, saya memulai masa kehidupan duniawi yang tidak sepenuhnya menyenangkan, namun bila dibawa enak, pasti akan berakibat baik juga. Saya dibesarkan oleh orang tua saya yang masih tetap setia menyayangi saya hingga sekarang. Awal-awal hidup saya dengan begitu bahagia seperti layaknya dunia dongeng. Setiap ulang tahun pasti banyak kado yang diterima saya. Bahkan, ada foto saya bersama kado-kado tersebut. Kegembiraan yang rasanya tidak terulang lagi hingga sekarang.

Premanisme di Ambang Pintu

   Premanisme begitu dekat dan akrab di sekitaran masyarakat yang majemuk dan beragam tingkat perekonomiannya. Ada istilahnya orang kaya, ada juga istilahnya orang miskin. Kaerna inilah, kita mengenal istilah kesenjangan sosial, yang artinya perbdaan yang begitu kontras antara si kaya dan si miskin. Oleh karena itu, banyak cara ditempuh agar si miskin dapat hidup setara dengan si kaya. Dengan cara apapun, walaupun dengan cara yang haram, seperti premanisme.

Rabu, 12 Oktober 2011

Pengamen, Perlukah Memberi Uang?

   Entah itu namanya pengemis ataupun pengamen, kedua realitas kehidupan tersebut tetap menjadi hal yang dilematis. Sama seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi mereka memang dalam keadaan tidak berkecukupan sehingga dengan terpaksa mereka turun ke jalan untuk sekadar mendapat rejeki dari pihak luar yang lebih mampu. Tetapi, tidak sedikit pula oknum yang mengemis maupun mengamen hanya untuk tujuan yang tidak penting dan seharusnya bisa dilaksanakan belakangan, seperti bermain game online atau hanya untuk berfoya-foya serta bermabuk-mabukkan. Para peminta-minta ini sering saya jumpai ketika saya menaiki angkutan kota bernomor 05 jurusan Terminal Bekasi-Cikunir baik di pagi hari maupun saat pulang sore harinya. Ketika penumpang di angkot banyak, dengan sigapnya peminta ini menyanyikan lagu dengan peralatan  dan suara seadanya. Pernah pada suatu hari ada empat pengamen meminta pada hari yang sama.

Jumat, 30 September 2011

Fenomena Pedagang Kaki Lima di Pinggir Trotoar

   Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan keberadaan pedagang kaki lima (PKL). Sosok ini sering menjadi kambing hitam masalah-masalah yang seringkali muncul, seperti kemacetan parah di kota-kota besar Indonesia. Hal seperti inilah yang menjadi tontonan sehari-hari di depan rumah saya, tepatnya di Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur. Jika kita berjalan dari Ramayana, pada saat melewati Foto Gajah Mada pasti ada PKL yang berjajar memenuhi trotoar dan menghambat para pejalan kaki untuk berjalan dengan aman. Saking banyaknya, deretan PKL bisa merncapai Terminal Bekasi. Apalagi pada saat pagi hari ketika kehidupan baru saja dimulai, PKL sudah bersiap meramaikan trotoar sehngga potret kemacetan kembali terlihat.